Thursday, June 14, 2012

Lelaki dan wanita


Di jalan kebenaran pencinta tak mencari-mencari
apa yang tak dilihat oleh kekasihnya
Jika cahaya Cinta menerobos kalbu kita,
ertinya Cinta telah bersemayam di hati si dia
Bila Cinta Tuhan menyala dalam hatimu,
tentu Tuhan telah mencintaimu


Suara tepukan tidak akan terdengar
dari tangan yang bertepuk sebelah tangan
Tuhan telah menetapkan bahawa kita
adalah pencinta satu dengan yang lain.
Kerana ketentuan itulah setiap hal
di muka bumi diberi pasangan
Di mata orang arif,
Langit adalah lelaki dan Bumi adalah perempuan


Bumi menerima saja apa yang diturunkan
Langit ke haribaan dan rahimnya
Jika bumi kurang panas,
Langit mengirimkan panas
Jika bumi kurang segar,
Langit menyegarkan bumi yang lembab


Langit berputar menurut sumbunya,
bagaikan suami mencari nafkah bagi isterinya
Dan Bumi sibuk mengurus rumah:
ia menunggui dan menyusui bayi yang dilahirkan
Perumpamaan Bumi dan Langit adalah seperti bakat dan kepandaian
Yang satu memerlukan yang lain untuk hidup dan maujud
Tanpa Bumi bagaimana kembang dan pepohonan berbunga?
Tanpa Bumi apakah Langit bisa menghasilkan air dan panas?


Ketika Tuhan meletakkan nafsu berahi
ke dalam diri lelaki dan perempuan
Lihat, dunia telah berhasil diselamatkan
oleh persatuan dari keduanya.
Begitulah Tuhan menanamkan
keinginan dalam setiap bahagian


Dari keberadaan demi bahagian
keberadaan yang lain
Siang dan Malam, dilihat
dari luar saling bertentangan
Namun untuk mencapai tujuan yang satu,
mereka saling membantu
Masing-masing saling mencinta
untuk mencapai kesempurnaan
Mereka saling memerlukan agar
kerja mereka sempurna
Tanpa Malam, hidup manusia tak
akan membuahkan hasil, pun jika tanpa Siang.


( Rumi's poem )