Friday, March 9, 2012

Hakikat Ilmu Pengetahuan



Seseorang zalim penuh ketidakadilan jika dia tahu seratus persoalan tak
mendasar dalam ilmu pengetahuan, namun ia tak mengenal jiwanya sendiri.

Ia tahu sifat setiap benda, namun seperti keledai ketika
menerangkan tentang dirinya sendiri.

“Aku tahu semua yang sunnah dan bid’ah menurut syariat.” Lalu bagaimana
mungkin kau tidak mengetahui bahwa kau termasuk yang sunnah atau cuma
seorang nenek cerewet yang gemar bicara?

Kau tahu “ini haram” dan “itu halal”, namun perhatikan baik-baik:
Dirimu itu sesuai apa yang dikehendaki-Nya atau tidak?

Kau tahu nilai setiap barang dagangan, namun kau tak tahu nilaimu
sendiri—itu kebodohan tak terperi.

Kau tahu semua angka perbintangan yang mujur dan sial, tapi kau tidak
mencari tahu apa dirimu sendiri termasuk mereka yang beruntung atau berwajah hitam muram [*].

Cuma itulah inti seluruh ilmu pengetahuan: untuk mengetahui akan
jadi apa kau di hari kebangkitan nanti.

{ Jalaluddin Rumi }
(Terjemahan oleh Herry Mardian)

: : : : : : : :

Keterangan
[*] “pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram.” (QS Ali Imran [3] : 105)