Rasulullah s.a.w. bersabda :

Sesungguhnya para ulama itu merupakan pewaris para Nabi, dan Nabi itu tidak meninggalkan dinar atau dirham sebaliknya para Nabi itu meninggalkan kepada kita akan ilmu. (Riwayat Abu Daud dan At-Tirmizi)

Imam Asyma'i berkata :

Seawal-awal ilmu adalah diam, keduanya mendengar dengan teliti, ketiga menghafal, keempat beramal dengannya dan kelima menyampaikan ilmu tersebut.

Imam Al-Ghazali berpesan :

Sesiapa yang memiliki ilmu lalu memanfaatkannya dan memberi manfaat kepada orang lain samalah seperti mentari yang menerangi dirinya dan orang lain sedangkan ia terus bersinar.

Sayyidina Ali r.a. berkata :

Janganlah dikau tangguhkan untuk melakukan sesuatu kebaikan hingga keesokan harinya, kerana mungkin keesokan hari yang mendatang kamu telah mati.

Sayyidina Abbas menasihati :

Sebaik-baik perkara kebajikan adalah yang disegerakan untuk melaksanakannya.

Monday, November 5, 2012

Enam perkara tersembunyi


Saidina Umar al-Khattab berkata,

Sesungguhnya Allah Ta'ala menyembunyikan 6 perkara di dalam 6 perkara yang lain iaitu :


1. Allah menyembunyikan keredhaan-Nya di dalam taat kepada-Nya.

2. Allah menyembunyikan kemarahan-Nya di dalam maksiat.

3. Allah menyembunyikan lailatul qadar di bulan Ramadhan.

4. Allah menyembunyikan para wali di tengah-tengah manusia.

5. Allah menyembunyikan kematian di dalam umur.

6. Allah menyembunyikan sholat yang paling utama (sholat wustha) di dalam sholat 5 waktu.


Penjelasan

Allah merahsiakan 6 perkara tersebut di dalam 6 perkara yang lain, maksudnya agar kita:


1. Sungguh-sungguh dalam melaksanakan taat.
2. Betul-betul menjauhi maksiat.
3. Sungguh-sungguh menyambut lailatul qadar setiap malam.
4. Menghormati setiap orang.
5. Selalu menyiapkan diri untuk mati.
6. Giat mengerjakan sholat.


Thursday, September 20, 2012

Pintu syaitan



"Pintu masuk bagi syaitan ke dalam hati anak Adam itu ada tiga.
Syaitan tidak akan masuk padamu melainkan dengan tiga pintu ini.
Sekiranya ketiga-tiga pintu ini ditutup, maka tiadalah bagi syaitan pintu untuk masuk padamu.


1. Pintu syahwat (Nafsu)
Ubat dan cara mengatasinya adalah dengan mentarbiyah/mendidik nafsu.
Mendidik nafsu itu caranya adalah dengan mengingkari dan menyanggah kehendaknya.


2. Pintu kelalaian (Ghaflah)
Ubat dan cara mengatasinya adalah dengan berzikir. Barangsiapa yang Berzikir mengingati
Allah dia akan sentiasa berada dalam benteng yang kukuh.


3. Pintu kejahilan (Jahil)
Ubat dan cara mengatasinya adalah dengan ilmu."


[Syeikh Yusri Rusydi As-Sayyid Jabr Al-Hasani hafizahuLlah]


Monday, September 10, 2012

Zuhud



Dari Ibrahim bin Adham r.a. yang ditanya
tentang apa yang membuatnya bisa mencapai tingkat zuhud.
Ia menjawabnya ada tiga perkara:


Pertama, bahawa kubur itu menakutkan, sedangkan saya
tidak punya sesuatu yang dapat menyelamatkan.


Kedua, saya melihat perjalanan (dari dunia ke akhirat itu)
sangat jauh, sementara saya tidak punya bekal.


Ketiga, dan saya melihat kepada Allah yang Maha Perkasa
mutlak sebagai hakim sedangkan saya tidak memiliki alasan.


Tuesday, July 31, 2012

Ramadhan Kareem



Rasulullah saw bersabda:


“Puasa dan (rajin membaca) al-Qur’an, kelak pada hari Kiamat
dapat memberikan syafaat (pertolongan) kepada hamba.


Puasa kelak akan berkata: “Ya Allah, ia telah menahan dirinya dari
makanan dan hawa nafsunya, maka jadikanlah saya sebagai penolongnya”.


Al-Qur’an juga kelak akan berkata: “Ya Allah, ia telah rela
meluangkan waktunya untuk tidak tidur pada malam hari
(kerana membaca al-Qur’an), maka jadikanlah saya sebagai
penolongnya (pemberi syafa’at)”.


Lalu puasa dan al-Qur’an pun, berkat idzinNya,
menjadi penolong bagi hamba tersebut”


(HR. Ahmad dan Hakim)


Thursday, June 14, 2012

Lelaki dan wanita


Di jalan kebenaran pencinta tak mencari-mencari
apa yang tak dilihat oleh kekasihnya
Jika cahaya Cinta menerobos kalbu kita,
ertinya Cinta telah bersemayam di hati si dia
Bila Cinta Tuhan menyala dalam hatimu,
tentu Tuhan telah mencintaimu


Suara tepukan tidak akan terdengar
dari tangan yang bertepuk sebelah tangan
Tuhan telah menetapkan bahawa kita
adalah pencinta satu dengan yang lain.
Kerana ketentuan itulah setiap hal
di muka bumi diberi pasangan
Di mata orang arif,
Langit adalah lelaki dan Bumi adalah perempuan


Bumi menerima saja apa yang diturunkan
Langit ke haribaan dan rahimnya
Jika bumi kurang panas,
Langit mengirimkan panas
Jika bumi kurang segar,
Langit menyegarkan bumi yang lembab


Langit berputar menurut sumbunya,
bagaikan suami mencari nafkah bagi isterinya
Dan Bumi sibuk mengurus rumah:
ia menunggui dan menyusui bayi yang dilahirkan
Perumpamaan Bumi dan Langit adalah seperti bakat dan kepandaian
Yang satu memerlukan yang lain untuk hidup dan maujud
Tanpa Bumi bagaimana kembang dan pepohonan berbunga?
Tanpa Bumi apakah Langit bisa menghasilkan air dan panas?


Ketika Tuhan meletakkan nafsu berahi
ke dalam diri lelaki dan perempuan
Lihat, dunia telah berhasil diselamatkan
oleh persatuan dari keduanya.
Begitulah Tuhan menanamkan
keinginan dalam setiap bahagian


Dari keberadaan demi bahagian
keberadaan yang lain
Siang dan Malam, dilihat
dari luar saling bertentangan
Namun untuk mencapai tujuan yang satu,
mereka saling membantu
Masing-masing saling mencinta
untuk mencapai kesempurnaan
Mereka saling memerlukan agar
kerja mereka sempurna
Tanpa Malam, hidup manusia tak
akan membuahkan hasil, pun jika tanpa Siang.


( Rumi's poem )


Monday, June 11, 2012

Takwa sebaik-baik pakaian




Himpunkan bekal dengan takwa
kerana kamu tidak tahu,

Bila berlabuhnya malam
adakah akan sampai ke esok pagi.

Berapa ramai dari pemuda yang
pagi petang dalam tertawa ria,

Sedangkan kapannya sudah siap dijahit
namun dia sendiri tidak mengetahuinya.

Berapa ramai dari kanak-kanak
yang menyangka akan hidup lama,

Namun dalam jasadnya sudah
mempunyai kegelapan kubur (penyakit)

Berapa ramai dari orang sihat
yang mati tanpa sebarang penyakit,

Sedang masih ramai dari orang yang sakit
namun masih terus hidup untuk tempoh yang lama.

( Imam As-Syafi'e )


Monday, April 30, 2012

Padang Mahsyar



Jika tiba saatnya
Manusia akan dibangkitkan dari tidurnya
Berkumpul di lapangan yang luasnya bernar-benar tak terkira


Itulah saatnya
Akan ditanyakan empat perkara
Umurmu kau habiskan untuk apa
Masa mudamu sampai habis dan tua kau pakai untuk apa
Hartamu kau dapatkan dari mana
dan kau belanjakan untuk apa


Saat itu pula
Kerana menunggu putusan perkara
Tentang syurga atu neraka
Manusia akan merasa sangat payah tersiksa
Kerana matahari di dekatkan di atas kepala
Ada yang berkeringat sampai paha, dada, mata bahkan hingga menenggelamkannya
Semua tergantung dari dosa ketika dia di dunia


Lalu mereka menemui empat ulul azmi yang mulia
Agar memintakan safaat Tuhan kepada mereka
Tapi semua berkata yang sama
Kami semua pernah berbuat dosa
Dan pada hari ini Tuhan telah bernar-bernar murka tak terkira
Keempat-empatnya menyarankan agar mendatangi yang kelima, Khalilullah dan penutup para Anbiya


Mereka pun bergegas pergi untuk meminta
Muhammad Rasul yang mulia pun setuju dengan mereka
Lalu naik ke atas Arasyi menghadap Tuhan Yang Esa
Syafaat pun diminta
Dengan kemurahaan-Nya
Syafaat diberikan terutama untuk umat Muhammad
agar masuk ke syurga dalam urutan pertama
Selanjutnya nabi terdahulu, umatnya dan pembelanya
Begitulah kisah yang tersirat dalam Hadis yang mulia
Lewat sabda Rasul penutup Anbiya


Wednesday, April 4, 2012

Duri




Ingatlah rumpun berduri itu setiap kebiasaan burukmu
Berulang kali tusukannya merobekan kakimu


Berulangkali kamu terluka oleh akhlakmu yang keji
Kamu tak punya perasaan, bebal dan keras hati


Jika terhadap luka yang kamu torehkan pada orang
Yang semua dari watakmu yang garang


Kamu tak peduli, paling tidak pedulikan lukamu sendiri
Kamu menjadi bencana bagi semua orang dan diri sendiri


Ambillah kapak dan tebas layaknya lelaki
Runtuhkan benteng Khaibar, laksana Ali.


~ Jalaludin Ar-Rumi ~
(Matsnawi, hal 1240-1246)


Sunday, March 18, 2012

Kesombongan



Kuhairan orang yang membanggakan rupanya
Dulu ia air yang menjijikkan
Kelak, segala kecantikan itu
Menjadi bangkai busuk di kuburnya


Ku mempunyai teman cinta dunia
Banyak kesalahan dari kebenaran yang ia ada
Lebih keras dari kumbang kepala
Berjalan lebih sombong dari burung gagak


Ku berkata pada orang yang sombong
Temanku mati tidak boleh kembali
Wahai orang yang dihadang kematian
Mengapa tidak mahu merendahkan diri


Wahai orang sombong keterlaluan
Kita adalah selonggok tanah
Kehidupan ini hanyalah permainan
Setiap langkah menuju pada kematian


~ Zun-Nun al-Misri~


Friday, March 9, 2012

Hakikat Ilmu Pengetahuan



Seseorang zalim penuh ketidakadilan jika dia tahu seratus persoalan tak
mendasar dalam ilmu pengetahuan, namun ia tak mengenal jiwanya sendiri.

Ia tahu sifat setiap benda, namun seperti keledai ketika
menerangkan tentang dirinya sendiri.

“Aku tahu semua yang sunnah dan bid’ah menurut syariat.” Lalu bagaimana
mungkin kau tidak mengetahui bahwa kau termasuk yang sunnah atau cuma
seorang nenek cerewet yang gemar bicara?

Kau tahu “ini haram” dan “itu halal”, namun perhatikan baik-baik:
Dirimu itu sesuai apa yang dikehendaki-Nya atau tidak?

Kau tahu nilai setiap barang dagangan, namun kau tak tahu nilaimu
sendiri—itu kebodohan tak terperi.

Kau tahu semua angka perbintangan yang mujur dan sial, tapi kau tidak
mencari tahu apa dirimu sendiri termasuk mereka yang beruntung atau berwajah hitam muram [*].

Cuma itulah inti seluruh ilmu pengetahuan: untuk mengetahui akan
jadi apa kau di hari kebangkitan nanti.

{ Jalaluddin Rumi }
(Terjemahan oleh Herry Mardian)

: : : : : : : :

Keterangan
[*] “pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram.” (QS Ali Imran [3] : 105)


Sunday, March 4, 2012

Wasiat di akhir zaman



Jika hendak hidup beriman
Serta mulia di sisi Tuhan
Marilah kita hendak ingatkan
Wasiat Nabi di akhir zaman


Wajiblah kita menjaga diri
Cabaran hidup banyak sekali
Janganlah kita lupakan diri
Hidup ini menuju mati


Bila melihat mungkar yang nyata
Maka janganlah hanya mengata
Tapi bangkitlah menabur jasa
Membimbing umat jadi pelita


Umat Islam perlu didakwah
Nasihat baik serta berhikmah
Dengan semangat serta ukhuwah
Hubungan kita tambah meriah


[ Abu Ali Al-Banjari An-Nadwi Al-Maliki ]


Thursday, February 23, 2012

Nilai empat perkara..




Empat hal yang tidak bisa diketahui kadar nilainya
kecuali setelah empat hal lainnya :


Masa muda tidak bisa diketahui kadar nilainya
kecuali oleh orang-orang yang telah beranjak tua.


Keselamatan tidak bisa diketahui kadarnya
kecuali oleh orang-orang yang mendapatkan bala.


Kesihatan tidak bisa diketahui nilainya
kecuali oleh orang-orang yang telah jatuh sakit.


Kehidupan tidak bisa diketahui kadarnya
kecuali oleh orang-orang yang telah mati.


[ Sayyidina Hatim Al-Asham ]


Wednesday, February 15, 2012

meRinduimu..




Bertahun sudah berlalu,
Memori indah jua tetap di jiwa meRINDU,
Ternyata diri ini masih di ulit kasihmu,
Di sebuah pemergian yang bernada pilu...


Pada ayahanda yang diingati sentiasa,
Pergimu bersama kasih-kasih suci selamanya,
Senandung doa hadiah buat ayahanda tercinta,
Juga menyirami secangkir cahaya di pusara mulia...


Selautan kasih dari anak-anak yang meRINDUimu,
Jua dari cinta sejati bonda yang tak pernah layu,
Duduk berteleku pada satu keheningan syahdu,
Memohon ketenangan pada Yang Satu!


Al-Fatihah buat ayahanda yang di sayangi,
Semoga rohmu tenang di sisi~Nya...


Thursday, February 9, 2012

Tetap setia




Kubebaskan rinduku mengeruh
Menari di atas kepahitan
Menyayat hati yang telah lama diam
Dan kubiarkan ia seperti langit


Tak mampu dilakukan airmata
Maka langkahku yang menjawabnya
Pada sebuah janji seorang insan
Yang kuanggap seperti langit


Kubiarkan diriku mengukuhkan jiwa
Pada setiap pandangan yang tajam
Yang memandangnya tetap biru
Seperti langit yang tetap di sana


Kerana tentang kita
Tak mereka ketahui
Hanya aku dan kamu
Kerana hati kita
akan tetap seperti langit
Yang setia pada penjagaannya


Bianglala Basmah


Monday, January 23, 2012

Kegilaan akan bijaksana




Manusia yang bijaksana mengambil sebuah daun kering
yang telah mati dan tersenyum dengan sedih.

“Sungguh indah ketika engkau masih bersatu dengan batangmu.
Pada awalnya engkau adalah sebuah daun indah yang berwarna
hijau yang menyejukkan orang lain. Kemudian engkau berubah
menjadi kuning, dan saat ini warnamu menjadi sama dengan tanah.
Engkau adalah daun kering yang akan kembali ke tanah sebagai
pupuk. Setiap orang dan segala sesuatu akan mendapatkan takdir
yang sama. Setiap orang dan segala sesuatu menjadi makanan
bagi tanah.”

Dia tertawa dan menangis, tetapi bukan dari dalam dirinya.


Manusia yang terobsesi dengan kebijaksanaan tertawa kerana
penjelasannya sendiri.

Dia berkata, “Sungguh inilah kehidupan! Oh Tuhan,
aku mencari~Mu dan menjadi gila. Engkaulah satu-satunya
doktor yang dapat menyembuhkan kegilaanku.
Jika Engkau tidak datang, aku akan mati seperti daun ini.
Engkaulah Tuhan yang menciptakan, melindungi, dan merawatku.
Engkaulah Tuhan yang memahami dan mengerti akan diriku.
Berikanlah aku ubat rahmat, cinta dan kebijaksanaan~Mu
dan penuhilah kebutuhan-kebutuhanku.
Aku adalah budak~Mu di dunia ini.”

Hatinya terbuka, dan dia berserah diri kepada Tuhan.


[ Muhammad Raheem Bawa Muhaiyaddeen ]


Saturday, January 7, 2012

Wajahmu...



Mungkin kau berencana pergi,
seperti roh manusia
tinggalkan dunia membawa hampir semua
kemanisan diri bersamanya

Kau pelanai kudamu

Kau benar-benar harus pergi
Ingat kau punya teman di sini yang setia
rumput dan langit

Pernahkah kukecewakan dirimu?
Mungkin kau tengah marah
Tetapi ingatlah malam-malam
yang penuh percakapan,
karya-karya bagus,
melati-melati kuning di pinggir laut

Kerinduan, ujar Jibril
biarlah demikian
Syam-i Tabriz,
Wajahmu adalah apa yang cuba
diingat-ingat lagi oleh setiap agama

Aku telah memecah ke dalam kerinduan,
Penuh dengan nestapa yang telah kurasakan sebelumnya
tapi tiada semacam ini

Sang inti penuntun pada cinta
Jiwa membantu sumber ilham

Pegang erat sakit istimewamu ini
Ia juga bisa membawamu pada Tuhan

Tugasku adalah membawa cinta ini
sebagai pelipur untuk mereka yang rindu kamu,
untuk pergi ke manapun kau melangkah
dan menatap lumpur-lumpur
yang terinjak olehmu

muram cahaya mentari,
pucat dinding ini

Cinta menjauh
Cahayanya berubah

Ternyata ku perlu keanggunan
lebih dari yang kufikirkan

[ RUMI ]

Tuesday, January 3, 2012

Waktu



Waktu itu terbahagi dalam tiga bahagian iaitu :


Waktu yang menjadi milikmu,
waktu yang menjadi ancaman atas dirimu
dan waktu yang tidak menjadi kedua-duanya.


Adapun waktu yang menjadi milikmu adalah
waktu yang engkau makmurkan dengan zikir
kepada Allah dan berdakwah untuk
mengerjakan perintah~Nya.


Sedangkan waktu yang menjadi ancaman
atas dirimu adalah waktu yang engkau
makmurkan dengan melanggar perintah Allah.


Adapun waktu yang tidak menjadi kedua-duanya ialah
waktu yang tidak engkau makmurkan dengan sesuatu pun.


Bila engkau menggambarkan kekosongan waktu
dari apapun dengan segala amal perbuatan sebagai
kendali maka itu adalah niat baik yang membuat
segala perbuatan menjadi ladang ketaatan.


[ Habib Ahmad bin Hassan al-'Atthas ]