Rasulullah s.a.w. bersabda :

Sesungguhnya para ulama itu merupakan pewaris para Nabi, dan Nabi itu tidak meninggalkan dinar atau dirham sebaliknya para Nabi itu meninggalkan kepada kita akan ilmu. (Riwayat Abu Daud dan At-Tirmizi)

Imam Asyma'i berkata :

Seawal-awal ilmu adalah diam, keduanya mendengar dengan teliti, ketiga menghafal, keempat beramal dengannya dan kelima menyampaikan ilmu tersebut.

Imam Al-Ghazali berpesan :

Sesiapa yang memiliki ilmu lalu memanfaatkannya dan memberi manfaat kepada orang lain samalah seperti mentari yang menerangi dirinya dan orang lain sedangkan ia terus bersinar.

Sayyidina Ali r.a. berkata :

Janganlah dikau tangguhkan untuk melakukan sesuatu kebaikan hingga keesokan harinya, kerana mungkin keesokan hari yang mendatang kamu telah mati.

Sayyidina Abbas menasihati :

Sebaik-baik perkara kebajikan adalah yang disegerakan untuk melaksanakannya.

Wednesday, September 28, 2011

Perumpamaan..


بسم الله الرحمن الرحيم


“PERUMPAMAAN seorang hamba yang bekerja dan mendapat rizki dari Rabb-nya adalah seperti budak yang diperintah oleh majikannya, “Bekerjalah. Dan makanlah dari hasil kerjamu.”


Perumpamaan orang yang sibuk dalam pengabdian pada Rabb-nya adalah seperti budak yang diperintah majikannya, “Mengabdilah kepadaku. Aku yang akan memberimu karunia.”


Perumpamaan seorang hamba yang hatinya hanya tertuju kepada Allah ketika bekerja adalah seperti orang yang mengamati saluran yang mengalirkan air hujan. Ia hanya bersyukur kepada Allah swt. Saluran itu hanyalah perantara, bukan yang membuat hujan.


Seperti itulah sikap seorang hamba. Ia sekadar keran yang mengalirkan karunia Allah. Orang yang bekerja sementara perhatiannya tetap tertuju kepada Allah swt. sebagai sumber airnya, dan bukan kepada pekerjaannya, tidak akan dirusak oleh pekerjaannya itu. Apa yang ia lakukan itu tidak akan membuatnya terputus dari Allah.”


(Ibnu Atha’illah As-Sakandari)