Rasulullah s.a.w. bersabda :

Sesungguhnya para ulama itu merupakan pewaris para Nabi, dan Nabi itu tidak meninggalkan dinar atau dirham sebaliknya para Nabi itu meninggalkan kepada kita akan ilmu. (Riwayat Abu Daud dan At-Tirmizi)

Imam Asyma'i berkata :

Seawal-awal ilmu adalah diam, keduanya mendengar dengan teliti, ketiga menghafal, keempat beramal dengannya dan kelima menyampaikan ilmu tersebut.

Imam Al-Ghazali berpesan :

Sesiapa yang memiliki ilmu lalu memanfaatkannya dan memberi manfaat kepada orang lain samalah seperti mentari yang menerangi dirinya dan orang lain sedangkan ia terus bersinar.

Sayyidina Ali r.a. berkata :

Janganlah dikau tangguhkan untuk melakukan sesuatu kebaikan hingga keesokan harinya, kerana mungkin keesokan hari yang mendatang kamu telah mati.

Sayyidina Abbas menasihati :

Sebaik-baik perkara kebajikan adalah yang disegerakan untuk melaksanakannya.

Tuesday, May 17, 2011

Kesia-siaan



Kalian hawa nafsuku yang bodoh
bukan waktunya lagi meratap
Berhenti berandai-andai,
dan hiduplah!

Kita satu, kau dan aku
Bantu aku meraih surgaku,
maka kalian ‘kan meraih syurgamu

Kau dan aku, kita satu!
Dahulu berdampingan bersumpah
berikan hidup untuk Sang Raja
Kau pikir kan Dia biarkan
kita berjalan tak tentu arah?

Tunduk, atau kita semua lenyap
mati di bumi, mati di langit
dilupakan Tuhan
terserak di bawah kaki kesia-siaan


2004 - Herry Mardian


Monday, May 9, 2011

Fikir...


Berfikir itu ada empat macam :

Berfikir tentang tanda-tanda kekuasaan Allah,
dan tandanya akan melahirkan rasa cinta.

Berfikir tentang janji pahala Allah,
tandanya akan kelahiran rasa keinginan.

Berfikir tentang ancaman siksa Allah,
tandanya akan melahirkan rasa takut.

Berfikir dalam memutuskan hawa nafsu termasuk dari kebaikan Allah
dan tandanya menimbulkan rasa malu kepada~Nya.

[ Imam Al-'Allamah Al-Manawi ]