Rasulullah s.a.w. bersabda :

Sesungguhnya para ulama itu merupakan pewaris para Nabi, dan Nabi itu tidak meninggalkan dinar atau dirham sebaliknya para Nabi itu meninggalkan kepada kita akan ilmu. (Riwayat Abu Daud dan At-Tirmizi)

Imam Asyma'i berkata :

Seawal-awal ilmu adalah diam, keduanya mendengar dengan teliti, ketiga menghafal, keempat beramal dengannya dan kelima menyampaikan ilmu tersebut.

Imam Al-Ghazali berpesan :

Sesiapa yang memiliki ilmu lalu memanfaatkannya dan memberi manfaat kepada orang lain samalah seperti mentari yang menerangi dirinya dan orang lain sedangkan ia terus bersinar.

Sayyidina Ali r.a. berkata :

Janganlah dikau tangguhkan untuk melakukan sesuatu kebaikan hingga keesokan harinya, kerana mungkin keesokan hari yang mendatang kamu telah mati.

Sayyidina Abbas menasihati :

Sebaik-baik perkara kebajikan adalah yang disegerakan untuk melaksanakannya.

Wednesday, December 28, 2011

Manusia dan ilmu



Manusia itu terbahagi dalam empat macam:


Manusia yang memiliki ilmu dan ia tahu
bahawa dirinya mempunyai pengetahuan,
maka dia adalah orang yang alim,
bertanyalah kepadanya.


Manusia yang memiliki ilmu akan tetapi
ia tidak tahu bahawa dirinya memiliki ilmu,
maka dia adalah orang yang lupa,
ingatkanlah dia.


Manusia yang tidak memiliki ilmu namun
ia sedar bahawa dirinya tidak mempunyai ilmu,
maka dia adalah orang yang mencari petunjuk,
berilah petunjuk kepadanya.


Manusia yang tidak mempunyai ilmu tapi
ia tak sedar bahawa dirinya tidak berilmu,
maka dia adalah orang yang jahil (bodoh),
tinggalkan dia.


[ Al-Imam Al-Khalil bin Ahmad ]


Sunday, December 25, 2011

Ingat dan lupa



Jagalah olehmu delapan kalimat nescaya Allah akan menjagamu:

Bila engkau sedang solat jagalah hatimu,

bila engkau sedang berada di rumah orang jagalah matamu,

jika engkau berada di tengah umat manusia jagalah lidahmu,

jika engkau berada di meja makan jagalah perutmu.



Perkara yang kelima, enam, tujuh dan lapan adalah

ingatlah akan dua hal dan lupakan dua hal lainnya.

Adapun dua hal yang kita ingat adalah mengingat Allah dan kematian.

Sedang dua hal yang kita lupakan ialah melupakan

kebaikanmu kepada orang dan keburukan orang kepada dirimu.



[ Ahli Hikmah ]



Tuesday, December 20, 2011

Mutiara Hikmah



Barangsiapa yang menerima hatinya (qana'ah)
dengan dunia (harta) yang sedikit,
maka akan mudah baginya segala kesulitan.


Barangsiapa yang melazimkan zikir Allah,
maka Allah akan memutuskan dia dari
segala sesuatu selain~Nya.


Taubat itu ialah meninggalkan kebiasaan
membuat dosa serta melazimi istighfar.


Sesiapa yang jujur penumpuan hatinya
menghadap kepada Allah maka Allah akan
memberikannya segala yang ia harapkan.


Barangsiapa yang takut kepada Allah
sebagai Tuhannya, maka akan takut
kepadanya segala yang lain selain~Nya.


Barangsiapa yang ikhlas niatnya kerana Allah
semata-mata, maka Allah dan para malaikat~Nya
akan melindunginya.


[ Sheikh al-Akbar Muhyiddin Ibnu Arabi ]


Thursday, December 15, 2011

Ilmu...



Tidaklah kami memperoleh ilmu dengan banyak bicara ini dan itu,
tidak pula dengan melakukan persaingan dengan para tokoh-tokoh.


Namun kami memperoleh ilmu dalam kekosongan hati dari dunia,
menangis di tengah malam dan bersikap mawas diri
kepada Zat Yang Maha Perkasa.


Begitu pula kami tidak memperoleh semua kebaikan kecuali dengan ilmu.
Sekiranya bukan kerana ilmu, seorang hamba tidak bisa mengenal
Tuhannya dan tidak akan bisa pula mengetahui cara menyembah~Nya.


Ilmu itu akan menjadi bencana atasmu hingga engkau
amalkan dan bila engkau telah mengamalkannya
maka ilmu itu telah menjadi milikmu.


Ilmu adalah keutamaan, tidak akan sempurna
kecuali dengan pengamalan kerana Allah.


[ Habib Abdullah bin Alawi Al-Hadad ]


Saturday, December 10, 2011

Agama..



Siapa pun yang menjadikan agamanya
sebagai teori semata-mata,
maka dia melakukan kesalahan
terhadap jalan Allah dan kedamaian


Kafir! Menyimpang melawan Hukum!
Jangan pedulikan.
Semuanya dilarang, semua yang mengatakan
hal ini terpelajar adalah bodoh.
Maqam dan hal menolaknya.


Agama bukanlah diskusi,
Agama adalah apa yang Tuhanku katakan
atau apa yang Baginda sabdakan,
yakni tuan pembimbing,
utusan (dan kedamaian baginya),
kerana dia tidak mengatakan sepatah kata pun
daripada dirinya sendiri.


[ Ibnu Arabi ]


Thursday, December 1, 2011

Cinta..




Jika engkau mencari kedekatan dengan Sang Kekasih,
cintailah setiap orang..


Dengan hanya memandang kebaikan mereka
baik ketika mereka hadir ataupun tidak.


Jika engkau menginginkan kejernihan dan kesegaran
layaknya hembusan angin di pagi hari,


Jadilah seperti matahari yang tidak memiliki apapun
tetapi menyinari dan memberikan kehangatan kepada siapapun.


[ Abu Said Abil Khair ]



Monday, October 17, 2011

Ilmu




Belajar, sesungguhnya seseorang itu tidak dilahirkan alim,
dan tiadalah orang berilmu menyamai orang yang jahil.

Sesungguhnya pembesar kaum yang tiada ilmu,
menjadi kecil bila dikerumuni bala tenteranya (meminta pandangannya).

Seorang yang hina sekiranya berilmu,
ia menjadi besar bila dikerumuni oarang ramai (yang ingin belajar)

Jadi, janganlah redha dengan kerendahan (kehinaan),
Dan janganlah nasib hanya berpada dengan apa yang ditinggal orang terdahulu.

~ Imam Shafie~


Wednesday, September 28, 2011

Perumpamaan..


بسم الله الرحمن الرحيم


“PERUMPAMAAN seorang hamba yang bekerja dan mendapat rizki dari Rabb-nya adalah seperti budak yang diperintah oleh majikannya, “Bekerjalah. Dan makanlah dari hasil kerjamu.”


Perumpamaan orang yang sibuk dalam pengabdian pada Rabb-nya adalah seperti budak yang diperintah majikannya, “Mengabdilah kepadaku. Aku yang akan memberimu karunia.”


Perumpamaan seorang hamba yang hatinya hanya tertuju kepada Allah ketika bekerja adalah seperti orang yang mengamati saluran yang mengalirkan air hujan. Ia hanya bersyukur kepada Allah swt. Saluran itu hanyalah perantara, bukan yang membuat hujan.


Seperti itulah sikap seorang hamba. Ia sekadar keran yang mengalirkan karunia Allah. Orang yang bekerja sementara perhatiannya tetap tertuju kepada Allah swt. sebagai sumber airnya, dan bukan kepada pekerjaannya, tidak akan dirusak oleh pekerjaannya itu. Apa yang ia lakukan itu tidak akan membuatnya terputus dari Allah.”


(Ibnu Atha’illah As-Sakandari)
 
 
 

Thursday, June 30, 2011

Dunia dan nafas



Dunia ini hanya tiga nafas :


Satu nafas telah lewat (berlalu),
membawa amal yang engkau kerjakan pada nafas itu,
satu nafas lagi yang sedang kau jalani
dan yang terakhir ialah apakah engkau mampu sampai atau tidak.


Ini kerana banyak orang yang sedang bernafas didatangi maut sebelum
sempat bernafas kembali. Jika demikian, ini bererti hanya ada satu
nafas yang engkau miliki, bukan hari dan bukan pula saat.


Untuk itu bergegaslah dengan segera untuk taat selagi mana engkau
boleh bernafas. Sebelum dia pergi, segeralah bertaubat kerana
siapa tahu pada nafas yang kedua, engkau mati.


~ Minhajul Abidin ~


Tuesday, June 7, 2011

Usiamu...




Rasulullah s.a.w. bersabda :
Sebaik-baik kamu ialah yang panjang umurnya serta baik amalannya
[ Riwayat Imam Al-Hakim dari Jabir r.a. ]


"Belum lagi kedua kaki seorang hamba bergerak pada hari kiamat,
ditanyalah tentang usianya, dihabiskan untuk apa; tentang ilmunya,
digunakan untuk mengerjakan apa; tentang hartanya,
diperoleh dari mana dan dibelanjakan untuk apa;
tentang badannya, digerakkan untuk apa."
[ Riwayat Tirmidzi ]


Laksanakan segera amal shaleh karena tujuh hal:
sebelum datang kemiskinan yang membuatmu lupa,
kekayaan yang menyesatkan, penyakit yang membinasakan,
ketuaan yang melumpuhkan, kematian yang mendadak,
dajal sebagai makhluk terjahat yang senantiasa
mengintip atau datangnya kiamat yang sangat pahit
dan amat mengerikan."
[ Riwayat Tirmidzi ]


Buat sahabatku nks...


Tuesday, May 17, 2011

Kesia-siaan



Kalian hawa nafsuku yang bodoh
bukan waktunya lagi meratap
Berhenti berandai-andai,
dan hiduplah!

Kita satu, kau dan aku
Bantu aku meraih surgaku,
maka kalian ‘kan meraih syurgamu

Kau dan aku, kita satu!
Dahulu berdampingan bersumpah
berikan hidup untuk Sang Raja
Kau pikir kan Dia biarkan
kita berjalan tak tentu arah?

Tunduk, atau kita semua lenyap
mati di bumi, mati di langit
dilupakan Tuhan
terserak di bawah kaki kesia-siaan


2004 - Herry Mardian


Monday, May 9, 2011

Fikir...


Berfikir itu ada empat macam :

Berfikir tentang tanda-tanda kekuasaan Allah,
dan tandanya akan melahirkan rasa cinta.

Berfikir tentang janji pahala Allah,
tandanya akan kelahiran rasa keinginan.

Berfikir tentang ancaman siksa Allah,
tandanya akan melahirkan rasa takut.

Berfikir dalam memutuskan hawa nafsu termasuk dari kebaikan Allah
dan tandanya menimbulkan rasa malu kepada~Nya.

[ Imam Al-'Allamah Al-Manawi ]


Wednesday, April 20, 2011

Nafsu


Barangsiapa merindukan syurga,
ia bergegas melakukan kebaikan-kebaikan.

Barangsiapa takut dari api neraka
ia akan berhenti dari menuruti hawa nafsu.

Barangsiapa yakin dengan kematian,
hancurlah kelazatan-kelazatan di hadapannya.

Dan barangsiapa telah mengenal dunia,
maka musibah-musibah terasa ringan baginya.


~Sayyidina 'Ali bin Abu Thalib~


Tuesday, April 12, 2011

Ulama..


Ulama' itu ada tiga macam :

Orang yang mengenal Allah dan perintah~Nya,
Orang yang mengenal Allah tapi tidak mengenal perintah~Nya,
Orang yang mengenal perintah Allah namun tidak mengenal Allah.

Yang dimaksud dengan ulama yang mengenal Allah dan perintah~Nya
adalah ulama yang takut kepada Allah, mengetahui batas-batas dan
kewajipan-kewajipan.

Sedang ulama yang mengenal Allah tapi tidak
mengetahui perintah~Nya ialah ulama yang takut kepada Allah namun
tidak mengetahui batas-batas dan kewajipan-kewajipan.

Adapun ulama yang mengetahui perintah Allah namun tidak
mengenal Allah adalah ulama yang mengenal batasan-batasan
dan kewajipan-kewajipan namun tidak takut kepada
Allah Subhanallahu wa Taala.


[ Sayyidina Sufyan Al-Tsauri ]



Wednesday, March 30, 2011

Nikmat iman


بسم الله الرحمن الرحيم


"Hati yang bersih dari penyakit lalai dan nafsu
akan menikmati lazatnya pelbagai hakikat,
selayaknya tubuh yang menikmati lazatnya makanan.
Hanya orang yang rela Allah sebagai Tuhannya~lah
yang bisa merasakan nikmat iman.
Sebab, ketika ia redha, ia berserah kepada~Nya,
mematuhi ketetapan-Nya, serta menyerahkan kendali kepada~Nya,
tidak ikut mengatur dan memilih, serta selalu menerima
aturan dan pilihan terbaik-Nya. Ketika itulah,
ia merasakan nikmatnya hidup dan lazatnya keberserahan.
Ketika ia redha Allah sebagai Tuhannya,
ia pun mendapatkan redha Allah. Allah berfirman,
'Allah redha kepada mereka dan mereka pun redha kepada~Nya.' "


[ Al-Imam Ibnu 'Athaillah As-Sakandari r.a. ]



Thursday, March 24, 2011

Jangan angkuh


بسم الله الرحمن الرحيم


Orang-orang yang angkuh
ataupun yang lengah (ghaflah)
dipalingkan dari ayat-ayat
kekuasaan dan kebesaran Allah,
pemahaman rahasia~Nya,
serta penyaksian cahaya-cahaya~Nya
sebagaimana dalam firman~Nya:


“Akan Kupalingkan dari ayat-ayat-Ku
(tanda-tanda kekuasaanKu)
orang yang menyombongkan diri
tanpa alasan haqq (yang dibenarkan)
di muka bumi, dan sekalipun
mereka melihat semua ayat itu,
mereka tiada juga percaya.
Dan, sekalipun mereka melihat jalan kebenaran,
mereka tiada juga menempuhnya.
Tetapi, jika mereka melihat jalan kesesatan,
akan mereka tempuh dengan menganggapnya
sebagai jalan kebenaran.
Sebabnya adalah kerana mereka mendustakan
ayat-ayat Kami dan lalai terhadapnya.”

{ QS Al-A’raf [7]: 146 }


Saturday, March 19, 2011

Siapa diriku


بسم الله الرحمن الرحيم


Tidak ada sesuatupun yang lebih dekat kepadamu selain dirimu sendiri,
jika kau tidak memahami dirimu, bagaimana kau bisa memahami orang lain?
Kau mungkin berkata, “aku memahami diriku”, tetapi kau salah

Satu-satunya yang kau ketahui tentang dirimu hanyalah penampilan fisikmu.
Satu-satunya yang kau ketahui tentang ‘nafs’mu (jiwa) adalah ketika
kau lapar kau makan, ketika kau marah kau berbuat keributan.
Semua binatang memiliki kesamaan dengan dirimu dalam hal ini.

Kau harus mencari kebenaran di dalam dirimu. Siapa dirimu?
Dari mana datangnya dirimu dan ke mana kau akan pergi?
Apa perananmu di dunia ini? Mengapa kau diciptakan?
Di mana kebahagiaan sejatimu berada?

Jika kau ingin mengetahui tentang dirimu,
kau harus mengetahui bahwa kau diciptakan dari dua hal.
Pertama adalah tubuhmu dan penampilan luarmu (zahir) yang dapat
kau lihat dengan matamu. Bahagian lainnya adalah jiwamu.
Jiwamu adalah bagian yang tidak bisa kau lihat tetapi bisa
kau ketahui dengan pengetahuanmu yang dalam.
Kebenaran akan kehadiranmu ada di dalam jiwamu.
Hal lainnya hanyalah pengabdi bagi jiwamu.

[ Imam Al Ghazali ]


:: Dikutip dari buku Imam Al-Ghazali berjudul Kimiya’e Saadat
“The Alchemy of Happiness”


Tuesday, March 15, 2011

Kalbumu..


بسم الله الرحمن الرحيم


"Mukmin adalah orang yang menuntut dirinya untuk Allah
dan tidak menuntut Allah untuk dirinya.


Ingatlah Allah s.w.t. dengan lisanmu.
Sedarilah keberadaan~Nya dengan kalbumu.
Terimalah kebaikan yang Allah berikan kepadamu.
Sementara jika kamu mendapati kebalikannya maka tolaklah
seraya berharap kepada Allah ketika kamu menolak dan menerima.


Jika terlintas dalam jiwamu suatu dosa, aib,
atau melihat amal soleh dan ahwal yang menakjubkan,
segeralah bertaubat dan meminta keampunan.
Taubatlah dari segala dosa dan aib.
Dan abaikanlah segala amal soleh atau ahwal yang indah."


[Ibnu 'Athaillah As-Sakandari r.a.]


Saturday, March 12, 2011

Iman dan amal



بسم الله الرحمن الرحيم


Perumpamaan iman dan amal soleh adalah seperti rumah dengan
mawar, melati, dan berbagai bunga wangi di dalamnya.


Rumah itu nyaman selama peredaran udaranya bagus dan
bunga-bunganya segar serta menebar wangi. Jika udara
pengap dan berhawa panas, bunga pun menjadi layu,
kesegarannya hilang, dan harumnya lenyap.


Demikian pula halnya dengan iman yang terdapat dalam hati.
Ia segar dan bersih sesuai dengan kebersihan hati.


Jika gejolak syahwat, hembusan hawa nafsu, panasnya ketamakan,
sikap sombong dan cinta pangkat ada padanya,
lalu semua itu menyelimuti hati,
maka pohon iman menjadi layu dan kehilangan kesegaran."


[Al-Imam Al-Hakim Al-Tirmidzi r.a.]



Thursday, March 10, 2011

Jiwa amal ialah tulus ikhlas



Tanamlah dirimu dalam tanah kerendahan,
sebab tiap sesuatu yang tumbuh tetapi tidak ditanam,
maka tidak sempurna hasil buahnya.

Tiada sesuatu yang lebih bahaya bagi seseorang yang beramal,
daripada menginginkan kedudukan dan terkenal
di tengah-tengah masyarakat umum. Dan ini termasuk
keinginan hawa nafsu yang utama

Rasulullah s.a.w. telah bersabda:
"Siapa yang merendah diri maka Allah akan
memuliakannya, dan siapa yang sombong (besar diri),
Allah akan menghinanya.

Ibrahim Adham r.a. berkata:
Tidak benar-benar bertujuan kepada Allah,
siapa yang ingin masyhur (terkenal)

Ayyub Assakhtiyaany r.a. berkata:
Demi Allah tiada seorang hamba yang benar-benar
ikhlas pada Allah, melainkan ia merasa senang,
gembira jika ia tidak mengetahui kedudukan dirinya.

[Al-Hikam ~ Ibnu Athaillah Askandary]



Monday, March 7, 2011

Kejayaan



"Barangsiapa cemerlang pada permulaan sesuatu yang ia kerjakan,
yakni segala waktunya tidak terbuang,
tetapi dipenuhinya dengan ibadat dan taat,
serta semua perhatiannya diarahkan untuk itu,
maka hasil daripadanya ia akan mendapat
kecemerlangan pula pada penghabisannya.
Ia akan mendapat limpahan Nur,
ilmu ladunni (ilmu secara langsung) dari Allah SWT.

Segala sesuatu yang menghambat antara dia
dengan Allah akan hilang sehingga timbullah hubungan yang suci,
yang penuh dengan rasa cinta dan asyik antara
dia sebagai hamba Allah dengan Allah SWT.
Tetapi apabila ia melaksanakan amal
ibadatnya dengan tidak serius,
di mana seluruh perhatiannya tidak
tertumpah pada apa yang dikerjakannya,
maka tujuan terakhir seperti tersebut
tidak akan diperolehinya bahkan pula
jauh dari apa yang dicita-citakannya.
Walaupun berhasil, maka hasilnya tidak akan sempurna.
Dengan kata lain, tidak mendapat "keuntungan",
tetapi untungnya hanya sekadar balik modal."

[Syeikhul Islam Abdullah Syarqawy]



Saturday, February 19, 2011

Manis dalam ketaatan



Seringkali dirimu diminta untuk taat

tetapi hatimu senantiasa merasa berat

kerana memang tidak mencintai ketaatan.

Kerana itu, pertama kali harus

kamu lakukan adalah mengubati kalbumu.

Apabila telah sembuh, nikmat cinta pun

akan datang dengan sendirinya.

Manisnya maksiat yang dulu dirasakan

akan ditemukan pada ketaatan.


[Imam Ibnu Athaillah as-Sakandari r.a.]


Tuesday, February 15, 2011

Redha dan pasrah



Bila Allah membuat alam dan makhluk serba memusingkanmu
sungguh itu suatu panggilan agar kau cari
ketenangan pada kebersamaan dengan~Nya.


Bila Dia memberi musibah
Dia ingin engkau kembali kepada~Nya
dengan pasrah dan berserah.


Bila Dia memberi ujian
Dia ingin engkau mencari~Nya
untuk meminta pertolongan.


Bila Dia memberimu kesempitan,
Dia ingin engkau kembali kepada~Nya
untuk mencari kelapangan


[Imam Ibnu Athaillah Askandary]